INFO DIRI
| Nama Lengkap | Kouichi Jaden | | |
| Arti Nama | ε (Kou) berarti "keberuntungan."γδΈ (ichi) berarti "satu." | Jaden berasal dari kata Jade yang berarti batu giok | Diharapkan dirinya memiliki masa depan yang kuat seperti permata juga keberuntungan yang selalu menyertai |
| Nama Panggilan | Kou, Jaden | | |
| Jenis Kelamin | Perempuan | | |
| Tinggi/Berat Badan | 165 cm/54 kg | | |
| Tanggal Lahir | 14 Oktober | | |
| Umur | 23 Tahun | | |
| Kebangsaan | Korea | | |
| Agama | None | | |
| Seksualiti | Unknown | | |
| Pekerjaan | Random Job | | |
PRIORITAS
SEKELUMIT KISAH
Kisah ini dimulai dengan sebuah pertemuan singkatγ
Jaden merupakan gadis yang melakukan segala hal yang dia mau, tidak mengetahui apa itu benar dan salah karena keputusannya adalah valid.Memiliki ucapan yang sering melukai orang lain, tidak takut dengan orang dewasa sedikit pun. Begitupun dengan sikapnya yang kasar, tidak teratur, dan bebal.Otak adalah nomor satu. Namun jika berbicara dengan kesetiaan, maka kesetiannya tidak bisa dibandingkan dengan siapa pun, terbiasa bekerja untuk orang lain dia akan menjadi patuh kepada seseorang yang melindunginya atau bahkan hanya untuk sekedar memberikan makan kepadanya.
BABAK KISAH
Menyerah atau terus melanjutkan hidup?
Jaden merupakan gadis yang terbiasa hidup dengan kemudahan finansial, keluarga yang mapan, dan juga lingkungan yang mendukung untuk melakukan berbagai hal kesukaannya sedari kecil.Terlebih karena dia memiliki kecerdasan diatas anak diusianya, namun dengan kondisi orang tua yang kelewat sibuk, dia bahkan tidak tahu bagaimana rasa mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu maupun Ayah.Memiliki latar belakang dari keluarga pengusaha, Ayah Jaden begitu memanjakannya, namun karena Jaden tumbuh dalam kemanjaan lama-kelamaan orang tuanya menganggap dirinya hanyalah beban.Pengalaman pahit lainnya dari kematian Ibunya ketika dia berusia 8 Tahun. Kejadian itu tertangkap oleh manik Jaden sendiri, ketika sang Ayah memberikan pukulan berkali-kali tepat di kepala Ibunya menggunakan palu juga menyekap Ibunya dalam ruangan kosong. Lalu dengan Ayahnya tentu saja Jaden yang melakukannya sendiri, kakaknya tidak ada di rumah, hanya dia dan si tua bangka, dia masih kecil, belum mengerti sesuatu hal yang tidak seharusnya dia lakukan.Setelah itu Jaden mengalami banyak hal aneh, juga sikapnya perlahan berubah. Dia menjadi sosiopat juga menjadi seorang masokis tanpa dia sadari hal itu semakin buruk.Bahkan sampai dia duduk di bangku sekolah menengah atas, penyakit itu belum mengalami kebaikan.Baru setelah dia keluar secara paksa ketika Sekolah Menengah Atas, dia memutuskan untuk pergi ke Korea Selatan. Berharap mencari kehidupan baru lainnya, dia bertemu dengan beberapa orang di sana. Memperkerjakan dirinya dengan cukup baik, melakukan ini dan itu untuk sekedar memenuhi kebutuhan setiap hari. Menjadi kurir narkoba, juga berurusan dengan para sosiopat lain yang tidak berbeda dengannya.Kehidupannya tidak banyak berubah namun dia perlahan menikmati itu, tidak memiliki siapa pun, meninggalkan saudara laki-lakinya tanpa kata apapun. Dia bangga, meskipun dia diam-diam memberikan uang setiap bulan.Jaden tidak naif, dia pekerja keras, mimpi buruk dari Ayahnya masih kerap kali dia terima, dia tentu saja takut tentang itu.Namun saat ini dia benar-benar merasakan kehidupan layaknya manusia normal, memiliki seorang Ayah dan Ibu juga ketiga adiknya yang berada di Jepang merupakan harta paling berharga baginya.

CATATAN PENULIS